Nicholas Copernicus
Nicolaus Copernicus (1473-1543) (nama Polandianya: Mikolaj Kopernik), dilahirkan tahun 1473 di kota Torun di tepi sungai Vistula, Polandia. Dia berasal dari keluarga berada. Sebagai anak muda belia, Copernicus belajar di Universitas Cracow, selaku murid yang menaruh minat besar terhadap ihwal ilmu perbintangan. Pada usia dua puluhan dia pergi melawat ke Italia, belajar kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan Padua yang kemudian dapat gelar Doktor dalam hukum gerejani dari Universitas Ferrara.
Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg (istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan.
Selama berada di Italia, Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planit-planit lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa "heliocentris" ini, dan tatkala dia menginjak usia empat puluh tahun dia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang masalah itu.
Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.
Di tahun 1533, tatkala usianya menginjak enam puluh tahun, Copernicus mengirim berkas catatan-catatan ceramahnya ke Roma. Di situ dia mengemukakan prinsip-prinsip pokok teorinya tanpa mengakibatkan ketidaksetujuan Paus. Baru tatkala umurnya sudah mendekati tujuh puluhan, Copernicus memutuskan penerbitan bukunya, dan baru tepat pada saat meninggalnya dia dikirimi buku cetakan pertamanya dari si penerbit. Ini tanggal 24 Mei 1543.
Dalam buku itu Copernicus dengan tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari. Tapi, seperti halnya para pendahulunya, dia membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari. Juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran-lingkaran.
Jadi, bukan saja teori ini ruwet secara matematik, tapi juga tidak betul. Meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. Para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan Denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan-gerakan planet. Dari data-data hasil pengamatan inilah yang membikin Johannes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat.
Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg (istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan.
Selama berada di Italia, Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planit-planit lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa "heliocentris" ini, dan tatkala dia menginjak usia empat puluh tahun dia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang masalah itu.
Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.
Di tahun 1533, tatkala usianya menginjak enam puluh tahun, Copernicus mengirim berkas catatan-catatan ceramahnya ke Roma. Di situ dia mengemukakan prinsip-prinsip pokok teorinya tanpa mengakibatkan ketidaksetujuan Paus. Baru tatkala umurnya sudah mendekati tujuh puluhan, Copernicus memutuskan penerbitan bukunya, dan baru tepat pada saat meninggalnya dia dikirimi buku cetakan pertamanya dari si penerbit. Ini tanggal 24 Mei 1543.
Dalam buku itu Copernicus dengan tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari. Tapi, seperti halnya para pendahulunya, dia membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari. Juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran-lingkaran.
Jadi, bukan saja teori ini ruwet secara matematik, tapi juga tidak betul. Meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. Para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan Denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan-gerakan planet. Dari data-data hasil pengamatan inilah yang membikin Johannes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat.
NICOLAUS COPERNICUS (1473-1543)
Meski Aristarchus lebih dari tujuh belas abad lamanya sebelum Copernicus sudah mengemukakan persoalan-persoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda langit, adalah layak menganggap Copernicuslah orang yang memperoleh penghargaan besar. Sebab, betapapun Aristarchus sudah mengedepankan pelbagai masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tak pernah merumuskan teori yang cukup terperinci sehingga punya manfaat dari kacamata ilmiah.
Tatkala Copernicus menggarap perhitungan matematik hipotesa-hipotesa secara terperinci, dia berhasil mengubahnya menjadi teori ilmiah yang punya arti dan guna. Dapat digunakan untuk dugaan-dugaan, dapat dibuktikan dengan pengamatan astronomis, dapat bermanfaat di banding lain-lain teori yang terdahulu bahwa dunialah yang jadi sentral ruang angkasa.
Jelaslah dengan demikian, teori Copernicus telah merevolusionerkan konsep kita tentang angkasa luar dan sekaligus sudah merombak pandangan filosofis kita. Namun, dalam hal penilaian mengenai arti penting Copernicus, haruslah diingat bahwa astronomi tidaklah mempunyai jangkauan jauh dalam penggunaan praktis sehari-hari seperti halnya fisika kimia dan biologi. Sebab, hakekatnya orang bisa membikin peralatan televisi, mobil, atau pabrik kimia modern tanpa mesti secuwil pun menggunakan teori Copernicus. (Sebaliknya, orang tidak bakal bisa membikin benda-benda itu tanpa menggunakan buah pikiran Faraday, Maxwell, Lavosier atau Newton).
Tetapi, jika semata-mata kita mengarahkan perhatian hanya semata-mata kepada pengaruh langsung Copernicus di bidang teknologi, kita akan kehilangan arti penting Copernicus yang sesungguhnya. Buku Copernicus punya makna yang tampaknya tak memungkinkan baik Galileo maupun Kepler menyelesaikan kerja ilmiahnya.
Kesemua mereka adalah pendahulu-pendahulu yang penting dan menentukan bagi Newton, dan penemuan merekalah yang membikin kemungkinan bagi Newton merumuskan hukum-hukum gerak dan gaya beratnya. Secara historis, penerbitan De Revolutionobus Orbium Coelestium merupakan titik tolak astronomi modern. Lebih dari itu, merupakan titik tolak pengetahuan modern.
Meski Aristarchus lebih dari tujuh belas abad lamanya sebelum Copernicus sudah mengemukakan persoalan-persoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda langit, adalah layak menganggap Copernicuslah orang yang memperoleh penghargaan besar. Sebab, betapapun Aristarchus sudah mengedepankan pelbagai masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tak pernah merumuskan teori yang cukup terperinci sehingga punya manfaat dari kacamata ilmiah.
Tatkala Copernicus menggarap perhitungan matematik hipotesa-hipotesa secara terperinci, dia berhasil mengubahnya menjadi teori ilmiah yang punya arti dan guna. Dapat digunakan untuk dugaan-dugaan, dapat dibuktikan dengan pengamatan astronomis, dapat bermanfaat di banding lain-lain teori yang terdahulu bahwa dunialah yang jadi sentral ruang angkasa.
Jelaslah dengan demikian, teori Copernicus telah merevolusionerkan konsep kita tentang angkasa luar dan sekaligus sudah merombak pandangan filosofis kita. Namun, dalam hal penilaian mengenai arti penting Copernicus, haruslah diingat bahwa astronomi tidaklah mempunyai jangkauan jauh dalam penggunaan praktis sehari-hari seperti halnya fisika kimia dan biologi. Sebab, hakekatnya orang bisa membikin peralatan televisi, mobil, atau pabrik kimia modern tanpa mesti secuwil pun menggunakan teori Copernicus. (Sebaliknya, orang tidak bakal bisa membikin benda-benda itu tanpa menggunakan buah pikiran Faraday, Maxwell, Lavosier atau Newton).
Tetapi, jika semata-mata kita mengarahkan perhatian hanya semata-mata kepada pengaruh langsung Copernicus di bidang teknologi, kita akan kehilangan arti penting Copernicus yang sesungguhnya. Buku Copernicus punya makna yang tampaknya tak memungkinkan baik Galileo maupun Kepler menyelesaikan kerja ilmiahnya.
Kesemua mereka adalah pendahulu-pendahulu yang penting dan menentukan bagi Newton, dan penemuan merekalah yang membikin kemungkinan bagi Newton merumuskan hukum-hukum gerak dan gaya beratnya. Secara historis, penerbitan De Revolutionobus Orbium Coelestium merupakan titik tolak astronomi modern. Lebih dari itu, merupakan titik tolak pengetahuan modern.
Ptolomeus
Sekitar tahun 140 SM, muncul teori lain tentang alam semesta. Teori ini juga menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta dan diusulkan oleh Claudius Ptolomeus. Teori ini pertama-tama dibuat untuk menjelaskan adanya gerak retrogade (gerak maju mundur) planet. Ptolomeus menjelaskan konsep alam semesta dalam bukunya yang berjudul Almagest. Dalam teorinya, Ptolomeus menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak mengelilingi sebuah titik. Lintasan benda langit ini disebut epicycle. Epicycle ini bergerak dalam lintasan yang lebih besar yang disebut deferent. Bumi bulan pusat deferent, tetapi letaknya tidak terlalu jauh dari pusat deferent, yaitu pada titik yang disebut equant.
Tycho Brahe
Itu adalah kesempatan logam mulia, Tycho berpikir, menatap opsi metalik nya. Meskipun lebih berat dan lebih nyaman desain maka tembaga, model emas dan perak tampak lebih realistis dan membawa gravitas tertentu dan bangsawan. Hari ini adalah acara yang layak.
Dengan Tycho Brahe menyebarkan lapisan dempul perekat pada lubang di wajahnya mana hidung dulu dan smushed pada hidung logam mengkilap, memegangnya di tempat untuk membiarkannya obligasi. Emas dan perak telah dicampur bersama untuk memberikan penampilan yang agak mirip daging, meskipun Tycho tahu pasti mengganggu ketika menangkap cahaya berkilauan off itu pada sudut yang aneh. Tycho, bagaimanapun, tidak satu untuk membiarkan opini publik sampai ke dia. Bahkan, hidung logam di wajahnya adalah salah satu hal yang lebih normal tentang Tycho Brahe.
Lahir pada tahun 1546 menjadi bangsawan Denmark, Tycho adalah anak dewasa sebelum waktunya. Dibesarkan oleh bibi dan paman, Tycho menjadi terpesona dengan astronomi pada usia muda 14 setelah ia menyaksikan gerhana matahari. Kagum dengan baik acara dan kemampuan magis dari para astronom lokal untuk memprediksi seperti hal yang menakjubkan, Tycho dibutuhkan untuk astronomi seperti ikan ke laut. Pada usia 17 ia sudah menyadari kebutuhan untuk praktik astronomi jauh lebih akurat, dengan mengatakan
"Apa yang dibutuhkan adalah sebuah proyek jangka panjang dengan tujuan pemetaan langit dilakukan dari satu lokasi selama beberapa tahun."
Dia tidak hanya itu. Tanpa bantuan dari belum diciptakan (atau paling tidak digunakan untuk astronomi) teleskop, Tycho bekerja malam demi malam dengan hanya penglihatannya dan alat pengukur terbaik yang bisa menemukan atau memperoleh. Perlahan-lahan ia mulai proses pembuatan yang sulit beberapa pengukuran pertama astronomi akurat.
Meskipun obsesif akurat dalam karya astronomi, Tycho juga tahu bagaimana untuk membiarkan kumis ke bawah. Pada usia 20, Tycho berada di sebuah pesta ketika ia masuk ke sebuah argumen matematika dan terlibat dalam gagasan yang sangat bijaksana duel dalam gelap. Dia melarikan diri dengan kehidupan, tapi tanpa hidung. Dari kebutuhan ia mengembangkan minat langsung dalam metalurgi dan dibuat sendiri pengganti logam.
Seorang pria liar kaya (dikatakan telah dimiliki sebanyak satu persen dari seluruh kekayaan Denmark pada satu titik) Tycho juga minum seperti juara. Dia terus dwarf mengatakan masa depan bernama Jepp sekitar, sering menyembunyikannya dia di bawah meja selama makan malam. Dia juga memiliki rusa jinak yang ia dibawa ke rumah teman-teman untuk pihak. Sayangnya di satu pihak tersebut, moose diizinkan untuk minum dalam jumlah besar bir dan menjadi sangat mabuk. Ini mabuk jatuh dari tangga, dan meninggal segera sesudahnya. Jika itu bukan pesta liar, saya tidak tahu apa yang ada.
tychotomb.jpg Seperti Hewan abad 16 House, perilaku kasar dan sikap umum Tycho's terhadap kaum tani Denmark adalah untuk akhirnya membuatnya diusir dari Denmark. Ia menetap diri di Praha di mana ia bergaul dengan Kaisar Rudolf II terkenal. Rudolf sendiri memiliki sejumlah kepentingan ganjil, dan terus harimau hewan peliharaan kesayangan. Ini tidak sulit untuk melihat mengapa mereka cocok. Tycho adalah untuk dibantu di Praha oleh seorang astronom muda bernama Johannes Kepler. Ini, menurut beberapa, mungkin telah terbukti fatal.
Tycho duduk di perjamuan hari itu, hidung logam mulia nya berat berat di wajahnya, tidak menyadari bahwa ini akan menjadi makanan terakhir yang dia makan. Dia merasa sakit sepanjang pesta, tapi menolak meninggalkan meja, karena akan menjadi perilaku yang buruk. Tycho terjerumus ke dalam demam setelah pesta dan meninggal 11 hari kemudian mengatakan dia kata-kata "Ne frustrasi videar vixisse" atau "Semoga aku tidak tampaknya telah hidup sia-sia" berulang-ulang.
Kisah resmi kematiannya, satu dikuatkan oleh-Nya Kepler asisten, adalah bahwa ia telah tegang kandung kemih nya dengan tidak menggunakan kamar mandi selama jamuan, dan itu dia masuk Namun menurut "Surgawi Intrigue: Johannes Kepler, Tycho Brahe, dan Pembunuhan Dibalik Salah satu Sejarah Terbesar Ilmiah Penemuan "Kepler akan memiliki setiap alasan untuk mendukung teori ini. Setelah melakukan tes pada rambut Tycho's, Joshua dan Anne-Lee tukang menyepuh emas menemukan bahwa Tycho memiliki kadar merkuri sangat tinggi dalam tubuhnya. Mereka mengklaim dalam buku mereka bahwa Kepler, yang kemudian menggunakan penelitian Tycho untuk menulis sendiri hit astronomi, "Hukum Planetary Motion", punya alasan setiap off Tycho dan melakukannya dengan dosis berat keracunan Mercury.
Meskipun mungkin benar bahwa Kepler punya motif, kadar merkuri dalam tubuh Tycho adalah tidak bukti kuat pembunuhan. Seorang praktisi serius alkimia, paparan merkuri merupakan bagian dari pekerjaan. Robert Hooke dan Sir Issac Newton mungkin akan baik uji jauh di atas Tycho untuk tingkat merkuri. Sementara Kepler mungkin atau tidak mungkin telah pembunuh, dia pasti diuntungkan dari hubungannya dengan kematiannya Tycho dan Tycho's. Dua hari setelah Tycho meninggal, Kepler diangkat penggantinya sebagai matematikawan kekaisaran.
Semua yang meninggalkan saya dengan satu pertanyaan pembakaran. Apa gunanya memiliki kerdil mengatakan masa depan bernama Jepp Anda tetap di bawah meja makan, kalau dia tidak sekitar ketika Anda benar-benar membutuhkannya?
satu Hari ini dapat melihat makam Tycho dalam "Gereja Our Lady di depan Tyn" di Old Town Square di Praha. Di atas kubur berdiri sebuah relief Tycho mana satu hanya bisa melihat garis mana pematung halus menunjukkan hidung logam nya.
Dengan Tycho Brahe menyebarkan lapisan dempul perekat pada lubang di wajahnya mana hidung dulu dan smushed pada hidung logam mengkilap, memegangnya di tempat untuk membiarkannya obligasi. Emas dan perak telah dicampur bersama untuk memberikan penampilan yang agak mirip daging, meskipun Tycho tahu pasti mengganggu ketika menangkap cahaya berkilauan off itu pada sudut yang aneh. Tycho, bagaimanapun, tidak satu untuk membiarkan opini publik sampai ke dia. Bahkan, hidung logam di wajahnya adalah salah satu hal yang lebih normal tentang Tycho Brahe.
Lahir pada tahun 1546 menjadi bangsawan Denmark, Tycho adalah anak dewasa sebelum waktunya. Dibesarkan oleh bibi dan paman, Tycho menjadi terpesona dengan astronomi pada usia muda 14 setelah ia menyaksikan gerhana matahari. Kagum dengan baik acara dan kemampuan magis dari para astronom lokal untuk memprediksi seperti hal yang menakjubkan, Tycho dibutuhkan untuk astronomi seperti ikan ke laut. Pada usia 17 ia sudah menyadari kebutuhan untuk praktik astronomi jauh lebih akurat, dengan mengatakan
"Apa yang dibutuhkan adalah sebuah proyek jangka panjang dengan tujuan pemetaan langit dilakukan dari satu lokasi selama beberapa tahun."
Dia tidak hanya itu. Tanpa bantuan dari belum diciptakan (atau paling tidak digunakan untuk astronomi) teleskop, Tycho bekerja malam demi malam dengan hanya penglihatannya dan alat pengukur terbaik yang bisa menemukan atau memperoleh. Perlahan-lahan ia mulai proses pembuatan yang sulit beberapa pengukuran pertama astronomi akurat.
Meskipun obsesif akurat dalam karya astronomi, Tycho juga tahu bagaimana untuk membiarkan kumis ke bawah. Pada usia 20, Tycho berada di sebuah pesta ketika ia masuk ke sebuah argumen matematika dan terlibat dalam gagasan yang sangat bijaksana duel dalam gelap. Dia melarikan diri dengan kehidupan, tapi tanpa hidung. Dari kebutuhan ia mengembangkan minat langsung dalam metalurgi dan dibuat sendiri pengganti logam.
Seorang pria liar kaya (dikatakan telah dimiliki sebanyak satu persen dari seluruh kekayaan Denmark pada satu titik) Tycho juga minum seperti juara. Dia terus dwarf mengatakan masa depan bernama Jepp sekitar, sering menyembunyikannya dia di bawah meja selama makan malam. Dia juga memiliki rusa jinak yang ia dibawa ke rumah teman-teman untuk pihak. Sayangnya di satu pihak tersebut, moose diizinkan untuk minum dalam jumlah besar bir dan menjadi sangat mabuk. Ini mabuk jatuh dari tangga, dan meninggal segera sesudahnya. Jika itu bukan pesta liar, saya tidak tahu apa yang ada.
tychotomb.jpg Seperti Hewan abad 16 House, perilaku kasar dan sikap umum Tycho's terhadap kaum tani Denmark adalah untuk akhirnya membuatnya diusir dari Denmark. Ia menetap diri di Praha di mana ia bergaul dengan Kaisar Rudolf II terkenal. Rudolf sendiri memiliki sejumlah kepentingan ganjil, dan terus harimau hewan peliharaan kesayangan. Ini tidak sulit untuk melihat mengapa mereka cocok. Tycho adalah untuk dibantu di Praha oleh seorang astronom muda bernama Johannes Kepler. Ini, menurut beberapa, mungkin telah terbukti fatal.
Tycho duduk di perjamuan hari itu, hidung logam mulia nya berat berat di wajahnya, tidak menyadari bahwa ini akan menjadi makanan terakhir yang dia makan. Dia merasa sakit sepanjang pesta, tapi menolak meninggalkan meja, karena akan menjadi perilaku yang buruk. Tycho terjerumus ke dalam demam setelah pesta dan meninggal 11 hari kemudian mengatakan dia kata-kata "Ne frustrasi videar vixisse" atau "Semoga aku tidak tampaknya telah hidup sia-sia" berulang-ulang.
Kisah resmi kematiannya, satu dikuatkan oleh-Nya Kepler asisten, adalah bahwa ia telah tegang kandung kemih nya dengan tidak menggunakan kamar mandi selama jamuan, dan itu dia masuk Namun menurut "Surgawi Intrigue: Johannes Kepler, Tycho Brahe, dan Pembunuhan Dibalik Salah satu Sejarah Terbesar Ilmiah Penemuan "Kepler akan memiliki setiap alasan untuk mendukung teori ini. Setelah melakukan tes pada rambut Tycho's, Joshua dan Anne-Lee tukang menyepuh emas menemukan bahwa Tycho memiliki kadar merkuri sangat tinggi dalam tubuhnya. Mereka mengklaim dalam buku mereka bahwa Kepler, yang kemudian menggunakan penelitian Tycho untuk menulis sendiri hit astronomi, "Hukum Planetary Motion", punya alasan setiap off Tycho dan melakukannya dengan dosis berat keracunan Mercury.
Meskipun mungkin benar bahwa Kepler punya motif, kadar merkuri dalam tubuh Tycho adalah tidak bukti kuat pembunuhan. Seorang praktisi serius alkimia, paparan merkuri merupakan bagian dari pekerjaan. Robert Hooke dan Sir Issac Newton mungkin akan baik uji jauh di atas Tycho untuk tingkat merkuri. Sementara Kepler mungkin atau tidak mungkin telah pembunuh, dia pasti diuntungkan dari hubungannya dengan kematiannya Tycho dan Tycho's. Dua hari setelah Tycho meninggal, Kepler diangkat penggantinya sebagai matematikawan kekaisaran.
Semua yang meninggalkan saya dengan satu pertanyaan pembakaran. Apa gunanya memiliki kerdil mengatakan masa depan bernama Jepp Anda tetap di bawah meja makan, kalau dia tidak sekitar ketika Anda benar-benar membutuhkannya?
satu Hari ini dapat melihat makam Tycho dalam "Gereja Our Lady di depan Tyn" di Old Town Square di Praha. Di atas kubur berdiri sebuah relief Tycho mana satu hanya bisa melihat garis mana pematung halus menunjukkan hidung logam nya.
Johannes Keepler
Di antara tulisan-tulisan yang signifikan dari zaman ini adalah Johannes Kepler Mysterium Cosmographicum (1596), Astronomia Nova (1609) dan Harmonices Mundi (1619) Keplers harus pindah dari kota ke kota, sebagai ibunya dituduh sihir dan dalam bahaya terus-menerus menjadi ditangkap dan dibakar di tiang pancang. Kepler dikeluarkan dari gereja Lutheran dan tidak menjadi Katolik baik. Dia kehilangan pasca mengajar di Graz karena kurangnya keyakinan agama dan pindah ke Praha untuk bekerja dengan astronom Denmark, Tycho Brahe de di istana Kaisar Rudolf II. Setelah Tycho meninggal dunia tahun 1601, Kepler mewarisi jabatannya sebagai Imperial matematika. Menggunakan data yang Tycho Brahe de telah dikumpulkan, Kepler menemukan bahwa orbit planet Mars bukan lingkaran, tapi elips, dengan salah satu fokus yang terletak di pusat Matahari. Johannes Kepler juga menemukan prinsip-prinsip dasar kalkulus integral, logaritma yang digunakan dalam perhitungan sebelum Makasar, menjelaskan bahwa air pasang disebabkan oleh Moon, menemukan bahwa Matahari berputar pada porosnya, menjelaskan peran kedua mata dalam persepsi kedalaman, menyelidiki pembentukan gambar dengan kamera lubang pin, kacamata dirancang untuk dekat-dan sightedness jauh, menciptakan satelit kata.
Issac Newton
Sir Isaac Newton adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.
Pada tahun 1670 sampai 1672, Newton memberikan pelajaran tentang optik. Dan selama masa ini, dia sendiri menyelidiki refraksi cahaya (refraksi: perubahan arah dari suatu gelombang akibat perubahan kecepatan) dan memberikan demostrasi bahwa sebuah prisma dapat memecah cahaya putih menjadi berbagai macam spektrum warna dan sebuah lensa pada prisma yang kedua, dapat membentuk spektrum warna tersebut menjadi satu cahaya putih kembali
Isaac Newton menyadari bahwa matematika adalah cara untuk menjelaskan hukum-hukum alam seperti gravitasi, dan membuat beberapa rumus untuk menghitung 'pergerakan benda' dan 'gravitasi bumi'. Gravitasi adalah kekuatan yang membuat suatu benda selalu bergerak jatuh ke bawah. Dengan tiga prinsip dasar dari hukum pergerakan, Newton dapat menjelaskan dan membuktikan bahwa planet beredar mengelilingi matahari dalam orbit yang berbentuk oval dan tidak bulat penuh. Kemudian Newton menggunakan tiga prinsip dasar pergerakan yang sekarang di kenal sebagai Hukum Newton untuk menjelaskan bagaimana benda bergerak.
Ayah Isaac Newton meninggal tiga bulan setelah Newton lahir, dan dimasa kecilnya, Newton tinggal bersama neneknya. Newton kemudian bersekolah di sekolah desa dan kemudian pindah ke sekoah yang lebih baik di Grantham, dimana disana dia menjadi murid dengan peringkat atas.
Saat ini banyak kisah yang menceritakan bahwa Newton mendapatkan rumus tentang teori gravitasi dan sebuah apel yang jatuh dari pohon. Di kisahkan bahwa suatu hari Newton duduk dan belajar di bawah pohon apel dan saat itu sebuah apel jatuh dari pohon tersebut. Dengan mengamati apel yang jatuh, Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh kebawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar